Sabtu, 17 Maret 2018

RENANG

A. Pengertian Renang Renang adalah olahraga yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang. Gaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu , gaya punggung, dan gaya dada. Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat. Pemenang babak penyisihan maju ke babak semifinal, dan pemenang semifinal maju ke babak final. Bersama-sama dengan loncat indah, renang indah, renang perairan terbuka, dan polo air, peraturan perlombaan renang ditetapkan oleh badan dunia bernama Federasi Renang Internasional (FINA). Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) adalah induk organisasi cabang olahraga renang di Indonesia . B. Sejarah Renang Olahraga ini dimulai sejak abad 19 di London. Sekitar tahun 1837, hanya terdapat 6 kolam renang di kota itu. Popularitas renang terus membaik, dan pada tahun 1869 beberapa asosiasi mulai muncul. Popularitas kejuaraan renang sederap dengan kebangkitan Olimpyade dan tercantum sebagai olahraga modern di Athena pada tahun 1896. Sepanjang perkembangan yang dapat diikuti, kota Bandung merupakan kota yang mengawali kegiatan olahraga renang di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pembangunan kolam renang Cihampelas pada tahun 1904. di samping itu, sebelum kemerdekaan telah ada beberapa kolam renang di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya. Dengan adanya beberapa kolam renang, perkembangan cabang olahraga ini ditandai dengan dibentuknya perkumpulan-perkumpulan renang, antara lain Bandungsche Zwembond atau Perserikatan Renang Bandung pada tahun 1917. ketika itu terdapat 7 perkumpulan yang bernaung di bawah Perserikatan tersebut, termasuk perkumpulan renang siswa-siswa sekolah di Bandung. Menyusul berdirinya West Java Zwembond pada tahun 1918, pada tahun 1927 di Jawa Timur berdiri Oost Java Zwembond (Perserikatan Renang Jawa Timur). Dua peloncat indah Belanda mencetak prestasi pada tahun 1934. Hamaman dan Van de Gron, masing-masing sebagai juara pertama dan kedua nomor papan 3 meter dan menara. Ketika Far Eastern Games (maksudnya Olimpyade Timur Jauh) berlangsung di Manila pada tahun 1934 kedua peloncat tersebut menjadi utusan Hindia Belanda. C. Macam-Macam Gaya Renang Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada , gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas. Berikut macam macam gaya renang: 1. Gaya Bebas
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air. Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula. 2. Gaya Dada
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki. [2] . Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat. 3. Gaya Punggung
Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan. Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.[2] Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam . Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900 , gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas 4. Gaya Kupu-kupu
Gaya Kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba . Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.[2] . Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933 , dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki. Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar. D. Manfaat Berenang Berenang adalah salah satu jenis olahraga yang mampu meningkatkan kesehatan seseorang yang juga merupakan olahraga tanpa gaya gravitasi bumi (non weight barring). Berenang terbilang minim risiko cedera fisik karena saat berenang seluruh berat badan ditahan oleh air atau mengapung. Selain itu berenang merupakan olahraga yang paling dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), ibu hamil dan penderita gangguan persendian tulang atau arthritis. Berenang memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan rutin. Manfaat tersebut antara lain : 1. Membentuk otot Saat berenang, kita menggerakkan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah, dan telapak kaki. Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus ‘melawan’ massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh. 2. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru Gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki, dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Artinya, berenang dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik dalam air 3. Menambah tinggi badan Berenang secara baik dan benar akan membuat tubuh tumbuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan tentunya). 4. Melatih pernafasan Sangat dianjurkan bagi orang yg terkena penyakit asma untuk berenang karena sistem crdiovaskular dan pernafasan dapat menjadi kuat. Penapasan kita menjadi lebih sehat, lancar, dan bisa pernafasan menjadi lebih panjang. 5. Membakar kalori lebih banyak Saat berenang, tubuh akan terasa lebih berat bergerak di dalam air. Otomatis energi yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi, sehingga dapat secara efektif membakar sekitar 24% kalori tubuh. 6. Self safety Dengan berenang kita tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air (jatuh ke laut dll). 7. Menghilangkan stres. Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah. Sebelum berenang, agar tubuh tidak ‘kaget’, dianjurkan melakukan gerakan pemanasan untuk mencegah kram otot sekaligus juga berfungsi untuk meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung secara bertahap dan juga lakukan pendinginan setelah selesai berenang agar suhu tubuh dan detak jantung tidak menurun secara drastis dengan cara berenang perlahan-lahan selama 5 menit. Untuk pemanasan dapat dimulai dengan melakukan gerakan-gerakan ringan, seperti mengayunkan tangan dan kaki atau berjalan-jalan di sekitar kolam renang selama 10-15 menit. Lalu secara bertahap mulailah dengan satu putaran menyeberangi kolam, lalu istirahatlah selama 30 detik beberapa kali dan puncaknya berenang selama 20-40 menit tanpa henti. Setelah beberapa minggu, latihan bisa ditingkatkan. Sebaiknya, berganti-ganti gaya renang supaya semua otot terlatih. Satu-satunya ‘kekurangan’ dari jenis olahraga ini adalah ternyata kurang menguntungkan bagi kesehatan tulang. Ketiadaan gaya gravitasi bumi saat berenang justru berpengaruh buruk pada massa tulang. Untuk mengatasinya, Anda dapat menyelinginya dengan olahraga lain, seperti joging, berjalan kaki, atau bersepeda. E. Fasilitas dan Peralatan 1. Kolam Renang - Panjang kolam renag 50 meter dan lebarnya 21 meter. - Dinding harus vertical dan sejajar. - Banyaknya lintasan adalah 8 dan masing-masing lintasan lebarnya 2,5 meter. - Kedalaman air minimum 1,80 meter untuk perlombaan. Suhu air berkisar antara (23-25) o Celsius. - Tempat Start tidak boleh licin dan kemiringannya tidak boleh lebih darih 10 derajat. - Garis-garis tanda lintasan dapat di buat di dasar kolam untuk memberi petunjuk pada perenang. 2. Lebar Lintasan Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan lintasan terakhir.Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang dengan panjang lintasan. Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk lintasan 4 dan 5. Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan). Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8. 3. Pengukur Waktu Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm. Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American Games 1967 di Winnipeg , Kanada . 4. Balok Start Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start. Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°. F. Peraturan Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk. Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start, sementara kaki bertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet. Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap ((Take your marks dalam bahasa Inggris) diteriakkan oleh wasit start. Start dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba. Hingga tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam. G. Nomor Perlombaan Perlombaan renang terdiri dari nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin, dan empat gaya renang (gaya bebas, gaya kupu-kupu , gaya punggung, dan gaya dada). Nomor-nomor renang putra dan putri yang diperlombakan dalam Olimpiade : Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m (putri), 1500 m (putra) Gaya kupu-kupu : 100 m, 200 m Gaya punggung: 100 m, 200 m Gaya dada: 100 m, 200 m. Gaya ganti perorangan: 200 m dan 400 m Gaya ganti estafet: 4 x 100 m Gaya bebas estafet: 4 x 100 m, 4 x 200 m Marathon 10 km. Federasi Renang Internasional mengakui rekor dunia putra/putri untuk nomor-nomor renang: Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m Gaya ganti estafet: 4×100 m. Pada nomor gaya ganti perorangan, seorang perenang memakai keempat gaya secara bergantian untuk satu putaran, dengan urutan: gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Pada nomor renang gaya ganti perorangan 100 m, perlombaan diadakan di kolam renang lintasan pendek 25 m. Pada nomor 4 x 100 m gaya ganti estafet, satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-masing berenang 100 m. Perenang pertama memulai dengan renang gaya punggung, dilanjutkan perenang gaya dada, perenang gaya kupu-kupu, dan diakhiri oleh perenang gaya bebas. H. Pakaian Federasi Renang Internasional memiliki daftar merek dan tipe pakaian renang yang disetujui dalam perlombaan renang. [10] Perenang dibolehkan memakai topi renang dan kacamata renang . Perenang berkacamata dapat memilih untuk mengenakan kacamata renang minus, atau mengenakan lensa kontak bersama kacamata renang normal. Perenang tidak dibolehkan memakai alat atau pakaian renang yang dapat memengaruhi kecepatan, daya apung, atau ketahanan selama berlomba, misalnya sarung tangan berselaput, kaki katak , sirip , dan sebagainya. sumber gambar: 1.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8OSOeF-6QM0rEl_Rc984-IcfWTXKRDtEPJdrcsHP_1GZcOQK2eATJC-1hL5tuaI_WWZkcfSgDLejk8zfihEi-YUq9YXunnQPkY2oje0BPuRjtygsThECeKY1QIO8KHcExlMl-3O4a7SbO/s1600/Renang+gaya+bebas.png 2.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGoAATlnMZHT8kR7xX8AB1wJuX9IrKwXmZD-AQnjWn0Fd5QRLakV3fcZL50mR-s4LVKpSUjACyagHpq6Imbj3VqNnqoNDj3gsysct5oT844nHiJkteq52RqptrkKx2qaVNeBcflYHjTE9e/s1600/Renang+gaya+dada.png 3.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCCqAkLoeDey4IbKp7f2hxGRKwcACIRuIFXLc4IZQe5MA_CERKsqj5W_dd6DuRJyTNs_eY9YIcB3QpD3PjCFyiAbwF0QXVI8przyO5ywdlUHcslKUZj_9LDWA9w7LW_NEKZYPkde59QDw/s1600/11.+renang+gaya+punggung.jpg 4.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc14lB9b7QsYSIi-5krgZMqDAkyIZQdMyFNEJdGgG0_dcXZtWWa-eumDDMGhyphenhyphen0m1ptldoqCIpqtfS2ihfM-Dy82qJi0aIY2Fr-1xm-PZL3M1IYp0nnP6sKlFfOdxTgp5kEx8zp1nuVYX8/s1600/gaya_kupu.gif sumber artikel: http://jajangbloger11.blogspot.co.id/2016/06/renang-renang-induk-organisasi-federasi.html?m=1

Jumat, 16 Maret 2018

BULU TANGKIS

Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu angkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama. Bulu tangkis atau badminton digemari banyak orang. Bahkan, tidak sedikit pemain Indonesia pernah menjadi juara dunia. Seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Susi Susanti, Taufik Hidayat, dan lain lain. Mereka berprestasi karena perjuangannya yang hebat. Rajin berlatih dan menguasai teknik-teknik dasar bermain. 1. Lapangan dan Perlengkapan Permainan a. Lapangan Bentuk lapangan bulu tangkis empat persegi panjang. Ukuran lapangan dan netnya sebagai berikut: 1) Ukuran lapangan untuk permainan tunggal: • panjang: 13,40 meter • lebar: 5,18 meter 2) Ukuran lapangan untuk permainan ganda: • panjang: 13,40 meter • lebar: 6,10 meter 3) Ukuran net sama untuk tunggal dan ganda: • Tinggi net: 1,55 meter • Panjang net: 6,10 meter • Lebar net: 0,67 meter b. Bola/kok/ Shuttlecock ock Bagian kok terdiri atas kepala dan bulu. Kepala terbuat dari gabus. Berat kok sekitar 4,73-5,50 gram c. Raket Raket adalah alat pemukul dalam permainan bulu tangkis. Berat raket kurang dari 150 gram. Raket terbuat dari kayu, alumunium, arang (carbonex) dan fiberglass. 2. Teknik Dasar Bulu Tangkis Ada beberapa teknik dasar di bulu tangkis. Contohnya sebagai berikut : a. Teknik Dasar Memegang Raket Ada empat teknik dasar memegang raket. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dan uraian berikut ini. 1) Pegangan Kombinasi Raket dipegang seperti kamu berjabat tangan. Pegangan ini digunakan untuk melakukan berbagai jenis pukulan. 2) Pegangan Backhand Raket dipegang atau digenggam pada telapak tangan bagian yang tipis. Ibu jari tangan lebih kuat menahan gagang raket. Cara ini akan menghasilkan pukulan backhand , yaitu pukulan dengan punggung menghadap ke arah pukulan. 3) Pegangan Kapak Gagang raket dipegang pada telapak tangan bagian yang tipis, seperti memegang kapak. 4) Pegangan Geplak Kasur Raket dipegang seperti kamu memegang pemukul kasur. Kepala raket atau senar menghadap ke atas dan bawah. Pegangan ini digunakan untuk melakukan pukulan smes. b. Teknik Dasar Servis ( service) Servis merupakan pukulan permulaan yang menandai dimulainya permainan. Secara umum sikap servis yang baik adalah: Ø sikap berdiri rileks Ø bola harus dilepaskan terlebih dahulu, baru dipukul Ø Kaki tidak boleh diangkat sebelum bola dipukul Ø Bola tidak didorong, tetapi dipukul 1) Servis Pendek Servis pendek dapat dilakukan secara backhand dan forehand . Kok dipegang dengan tangan kiri di depan dada atau sejajar dengan pinggang. Pukulan dilakukan pelan dengan perkiraan akan melewati net dan garis terdepan lapangan permainan lawan. 2) Servis Panjang Servis panjang atau tinggi dilakukan dengan pukulan forehand . Servis ini dilakukan di sebelah kanan bawah, jika pukulan memakai tangan kanan. Servis ini dilakukan dengan menjatuhkan kok ke samping kanan. c. Teknik Dasar Memukul Kok 1) Pukulan Lambung ( lob ) Pukulan lambung adalah pukulan terhadap kok yang datang atau berada di bawah pinggang. Pukulan dilakukan dari bawah ke atas dengan posisi raket agak miring ke depan. Pukulan lob dilakukan dengan forehand dan back hand. Sikap awalnya: Ø Berdiri, Kedua lutut dilenturkan Ø Pandangan ke arah datannya kok Gerakannya: Ø Untuk pukulan lob dari atas: raket diayun dari belakang kepala ke depan lurus dengan kekuatan tenaga yang cukup. Ø Untuk pukulan lob dari bawah: raket diangket ke atas, seakan-akan mencongkel. 2) Pukulan Smes ( Smash ) Pukulan Smes adalah pukulan keras dan menukik ke lapangan permainan lawan. Pukulan ini untuk mengembalikan bola yang datang dengan posisi tinggi. Sikap awal: Ø Berdiri, kedua lutut dilenturkan Ø Pandangan ditujukan ke arah datangnya kok Gerakannya: Ø Raket digerakkan cepat, keras, menukik dan terarah. Ø Tangan diayunkan dari belakang ke depan. d. Teknik Dasar Langkah Kaki Gerak langkah kaki sangat menentukan keberhasilan memukul kok. Teknik dasar langkah kaki yang baik adalah: Ø Kaki harus dapat digerakkan ke segalah arah secara cepat dan ringan. Ø Berdiri selalu pada ujung kaki. Sikap ini memudahkan kaki bergerak cepat. Ø Saat mengembalikan bola di depan net, kaki kananmu berada di depan dan sebaliknya pada waktu memukul bola di belakang, kaki kananmu di belakang. Ø Langkahmu harus diatur seefisien mungkin, langkah yang panjang lebih baik daripada langkah kecil-kecil atau pendek. 3. Peraturan Permainan a. Pemain Berdasarkan pemainnya, permainan bulu tangkis dapat dibedakan menjadi: Ø Permainan tunggal putra/putri (single). Yaitu permainan seorang lawan seorang, untuk putra maupun putri. Ø Permainan ganda putra/putri (double), yaitu permainan yang dilakukan oleh dua orang untuk pasangan putra dengan putra maupun pasangan putri dengan putri. Ø Permainan ganda campuran (mixed double), yaitu permainan yang dilakukan oleh dua pasangan campuran antara putra dan putri. Pemain kedua belah pihak melakukan undian. Pihak yang menang berhak memilih tempat dan melakukan servis lebih dahulu, sedangkan yang kalah undian menunggu giliran berikutnya. b. Cara memperoleh nilai Lamanya permainan ditentukan oleh set atau game. Sedikitnya permainan bulu tangkis dilakukan dalam 2 game. Pemenangnya adalah pemain yang berhasil memenangkan 2 game. Jika masing-masing pemain memenangkan 1 game, maka terjadi rubberset. Kedua pemain melakukan game yang ketiga. Jadi yang memenangkan game ketiga ini menjadi pemenangnya. 1) Nilai untuk Tunggal Putra dan Ganda Putra/Putri Setiap game permainan tunggal putra, yaitu 21 poin, sedangkan untuk ganda putra/putri, yaitu 25 poin. Pemain yang lebih dahulu mencapai angka tertinggi pada setiap game dinyatakan menang. Jika terjadi persamaan poin 20 atau 24, maka pemain yang lebih dahulu mencapai poin itu berhak m eminta penambahan angka yang harus dicapai atau yus/jus, yaitu 3 poin. Jika terjadi yus, servis pertama dilakukan oleh pemain yang berhasil menyamakan poin. 2) Nilai untuk Tunggal Putri Jumlah poin setiap game untuk tunggal putri adalah 21. Pemain yang berhasil mengumpulkan poin tersebut lebih dahulu dinyatakan menang. Jika terjadi persamaan poin 20 dan 20 , maka pemain yang menghasilkan nilai tersebut lebih dahulu berhak meminta penambahan angka yang harus dicapai (yus). sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4fuWD1cFYVdXmSSEP4GX2JwxpGDOMG3d1iDJqNTP3UBIzCkkMvY7O8slgrtHDBuyYkGOY4XDx5EuNpb1IzzfXF7UjIhs-a42EjzQtAo44jtAbDN9pwTsGLvRx5MonbD6Zz92r54DCIak1/s280/badminton-rules.jpg sumber artikel: http://denyhendrawansaputra.blogspot.com/2014/11/materi-olahraga-tentang-permainan-bulu.html

TENIS MEJA

Permainan tenis meja mulai populer di Inggris sejak abad ke 19 dengan nama pingpong, gossima dan whiff whoff kemudian berubah nama menjadi table tennis atau tenis meja. Pertama kali tenis meja di lombakan di Indonesia pada Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Solo. Adapun variasi dan kombinasi keterampilan teknik dasar permainan tenis meja yaitu memegang bet, pukulan forehand, pukulan backhand, servis dan smash.
Pengertian Permainan Tenis Meja Tenis meja atau pingpong adalah suatu olahraga yang dimainkan oleh dua pasangan (ganda) atau dua orang (tunggal) yang berlawanan. Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bet, sebuh bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk olahraga tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis meja di Indonesia) dan di dunia adalah ITTF (International Table Tenis Federation). Sejarah Permainan Tenis Meja Permainan ini mulai populer di Inggris sejak abad ke 19 dengan nama pingpong, gossima dan whiff whoff. lalu mengganti nama menjadi table tennis atau tenis meja. Tenis meja mulai dikenal pada tahun 1901 karena diadakannya turnamen, buku yang menuliskan tentang tenis meja, dan kejuaraan tidak resmi tahun 1902. Pada awal 1900-an, permainan tenis meja dilarang di negara Russia. Karena penguasa pada zaman itu percaya bahwa memainkan tenis meja memiliki efek negatif pada penglihatan pemain. Pada tahun 1921, Asosiasi Tenis Meja (TTA) dibuat di Inggris, dan diikuti oleh Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) pada tahun 1926. Kota London menjadi tuan rumah kejuaraan dunia resmi pertama tahun 1926. Pada tahun 1933, Asosiai Tenis Meja Amerika Serikat di bentuk. Pada tahun 1930, Edgar Snow berkomentar di Red Star Over China bahwa pihak komunis mempunyai "hasrat untuk tenis meja asal Inggris" yang menurutnya "ganjil". Tahun 1950-an, raket yang menggunakan lembaran karet digabung dengan lapisan spons mengubah permainan secara dramatis, meningkatkan kecepatan perputaran bola. Penggunaan lem cepat dapat meningkatkan kecepatan dan perputaran lebih jauh yang menghasilkan perubahan peralatan untuk "menurunkan kecepatan permainannya". Tenis meja mulai diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade pada tahun 1988. Teknik Dasar Permainan Tenis Meja 1. Memegang bet Berikut ini adalah teknik dasar memegang bet pada permainan tenis meja. Teknik memegang bet seperti berjabat tangan (shakehand grip), teknik ini banyak digunakan oleh para pemain professional karena sangat populer di negara-negara Eropa. Dengan cara ini, seorang pemain dapat menggunakan kedua sisi bet. Teknik memegang bet seperti memegang tangkai pena (penhold grip), teknik ini juga dikenal dengan nama Asia grip, walaupaun banyak pemain Asia menggunakan teknik shakehand grip. Pada pegangan ini hanya satu sisi bet yang digunakan. Teknik seemiller grip, teknik ini juga banyak digunakan oleh kalangan professional dalam tenis meja. Seemiller grip juga disebut dengan American grip, yang merupakan versi dari Shakehand grip. Cara memegang nya hampir sama dengan shakehand grip tapi bedanya bet bagian atas diputar dari 20-90 dejarat ke arah tubuh. Jari telunjuk menempel di sepanjang sisi bet. 2. Pukulan Forehand dan Backhand a. Melakukan pukulan Forehand dan Backhand lurus Bola dilambungkan ke teman. Dilakukan berpasangan atau kelompok. Yang telah melakukan pukulan forehand/backhand dan pelambung bergerak berpindah tempat b. Melakukan pukulan Forehand dan Backhand menyilang meja Bola dilambungkan oleh teman dan cara dipantulkan ke meja dan dengan pukulan servis. Dilakukan berpasangan atau kelompok. Yang telah melakukan pukulan backhand dan pelambung bergerak berpindah tempat. 3. Servis a. Servis forehand dan backhand lurus bidang servis. Dilakukan berpasangan/berkelompok Yang telah melakukan pukulan servis bergerak berpindah tempat. b. Servis forehand dan backhand secara menyilang Dilakukan berpasangan/kelompok Yang telah melakukan pukulan servis bergerak berpindah tempat. c. Servis forehand dan backhand ke sasaran Dilakukan berpasangan/kelompok Yang telah melakukan pukulan servis bergerak berpindah tempat. 4. Smash a. Smash forehand Posisikan kaki kiri berada di depan, dan kaki kanan di belakang. Miringkan badan sedikit ke kanan sehingga berat badan bertumpu pada kaki kanan. Tarik lengkan kebelakang, pinggang sedikit dimiringkan ke kanan. Setelah bola memantul dan mencapai titik teratas, mulai ayunkan lengan dari bawah ke atas, pukul dan tekan bola ke bawah dengan bantuan pergelangan tangan. b. Smash backhand Posisikan kaki kanan di depan, sementara kaki kiri di belakang. Miringkan badan sedikit ke kiri sampai pundak kanan menghadap meja. Tarik lengan bawah ke kiri, ke belakang dan lebih tinggi dari meja. Setelah bola memantul dan mencapai titik paling atas, ayunkan lengan bawah ke depan arah kanan dan pukul bola. Pergelangan tangan dapat membantu menekan bola serta mengatur arah, dan berat badan berpindah dari kiri ke kanan. Ukuran Permainan Tenis Meja Ukuran meja lapangan tenis meja Panjang dan lebar meja : 274 cm dan 152,5 cm Tinggi meja dari lantai lapangan : 76 cm Tebal garis sisi : 2 cm Luas : 4,1785 meter persegi Ukuran tiang net dan jaring net tenis meja Panjang net : 183 cm Lebar/tinggi net : 15,25 cm Jarak meja ke Tiang : 15,25 cm Luas net = 0,279075 meter persegi. sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVt-KkLGzWoX6lt2KQs7egtOTPWwPz2qatvH9MknGHsAt5gbsRz6rnpcX5guibdtbNgQiMzY5-DWD1iaU9o3_C14D6N1FihyphenhyphensIKC0ELoYhG54jrvfikRh0p6EhYIGwZNGisIKCAPBnvhyphenhyphenu/s1600/permainan-tenis-meja-min.jpg sumber artikel: https://ensiklopediasli.blogspot.co.id/2016/06/pengertian-sejarah-teknik-dasar-ukuran-tenis-meja.html?m=1

BOLA FUTSAL

Pengertian Futsal Futsal adalah Olahraga bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan 5 orang pemain. Tujuan Olahraga Futsal adalah mamasukkan bola ke gawang lawan. Dengan menggunakan kaki, kepala, dan semua bagian tubuh kecuali tangan. Tidak seperti Sepak Bola Olahraga Futsal dimainkan di ruang tertutup dan di tempat yang rata. Dengan ukuran lapangan yang lebih kecil dan jumlah pemain yang lebih sedikit dari Sepak Bola. Juga lapangan Futsal dibatasi oleh garis bukan dengan net atau dengan sebuah papan. Sejarah Futsal Futsal berasal dari Bahasa Spanyol dari kata Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan). Apabila dua kata tersebut digabungkan maka menjadi Sepak Bola dalam ruangan (Futsal). Olahraga Futsal pertama dipopulerkan di Montevideo, Uruguay tahun 1930. Oleh salah satu pelatih sepak bola asal Argentina yang bernama Juan Carlos Ceriani. Olahraga ini mendapatkan banyak perhatian dari Amerika Selatan, terutama Brasil. Keindahan permainan ini dapat dilihat seperti yang diperlihatkan pemain Brasil di luar lapangan. (Bermain Sepak bola) Sebagai contohnya adalah Edison Arantes do Nascimento atau yang lebih dikenal dengan Pele . Pemain bintang asal Brasil yang mengembangkan bakatnya dari Olahraga Futsal. Negara brasil terus menjadi kiblat atau pusat Olahraga Futsal hingga hari ini. Olahraga ini sekarang dimainkan dalam perlinduingan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia. Sejarah Olahraga Futsal versi FIFA tidak bisa di terima begitu saja oleh dunia. Ada beberapa Negara yang mengklaim bahwa Olahraga Futsal berasal dari Negara mereka yaitu dari Kanada dan Brasil. Futsal berkembang pesat di Negara Brasil, maka pada tahun 1936 dibuatlah kesepakatan dan aturan Olahraga Futsal. Peraturan saat itu tidak jauh berbeda dengan peraturan saat ini. Dengan adanya peraturan dan kesepakatan ini, Futsal semakin dikenal bahkan digemati di Amerika Latin. Lapangan Futsal dan Tanda Lapangan
1. Lapangan Futsal harus berbentuk segi empat yang ditandai dengan garis untuk pembatas. Warna garis harus berbeda dengan warna lapangan agar bisa dibedakan oleh setiap pemain. 2. Ukuran Lapangan Futsal berstandar Nasional memiliki panjang 25-42 meter dan lebar 15-15 meter. 3. Ukuran Lapangan Futsal berstandar Internasional memiliki panjang 38-42 meter dan lebar 18-25 meter. 4. Permukaan Lapangan Futsal harus halus, rata dan tidak abrasif . 5. Disarankan permukaan lapangan terbuat dari kayu atau lantai parkit atau bahan semisalnya. Tetapi harus menghindari penggunaan bahan beton atau korn blok. 6. Lapangan Futsal dibagi menjadi dua bagian, yang pisahkan oleh garis yang disebut dengan garis tengah lapangan. 7. Titik pusat ditandai dengan titik yang berada di tengah-tengah garis tengah lapangan. Yang dikelilingi lingkaran tengah dengan panjang jari-jari 3 meter. 8. Garis batas lapangan selebar 8 cm meliputi garis samping, garis gawang,dan garis melintang tengah lapangan. Gawang, Titik Pinalti dan Tendangan Sudut
1. Setengah lingkaran dengan jari-jari 6 meter ditarik sebagai pusat dari masing-masing tiang gawang. 2. Jarak titik pinalti utama adalah 6 meter dari titik tengah gawang. 3. Jarak titik pinalti kedua adalah 10 meter dari titik tengah garis gawang. 4. Gawang harus berada di tengah-tengah garis gawang. Ukuran gawang Olahraga Futsal adalah lebar gawang 3 meter dan tinggi gawang 2 meter. 5. Tiang gawang terbuat dari kayu, logam atau bahan lainnya yang telah menjadi kesepakatan. 6. Warna tiang gawang dan mistar gawang harus berbeda dengan warna lapangan permainan. 7. Kedua tiang gawang dan mistar gawang memiliki lebar dan dalam yang sama yaitu 8 cm. 8. Jaring terbuat dari tali rami atau nilon dan dikaitkan pada tiang dan mistar gawang. 9. Busur tendangan sudut dengan radius 25 cm di setiap sudut Lapangan Olahraga Futsal. Bola Futsal
1. Bola berbentuk bulat dengan ukuran 4. 2. Minimum keliling bola 62 cm dan maximum 64 cm. 3. Terbuat dari kulit atau bahan yang cocok lainnya (tidak membahayakan pemain). 4. Lambungan bola 55-65 cm pada pantulan pertama. 5. Mempunyai berat antara 400 gram sampai 440 gram. 6. Tekanannya sama dengan 0,4 -0,6 atmosfir (400-600 g/cm ). 7. Bola dari kulit laken atau bulu (felt ball) tidak diperbolehkan. Pemain Futsal
1. Jumlah pemain utama untuk memulai petandingan adalah 5 orang pemain. Dan salah satu pemain menjadi penjaga gawang. 2. Jumlah pemain cadangan dari masing-masing tim maximun adalah 7 orang pemain. 3. Batas jumlah pergantian pemain dalam Olahraga Futsal tidak dibatasi. Dan pemain yang sudah digantikan sebelumnya boleh bermain kembali. 4. Pergantian pemain dapat dilakukan sewaktu-waktu selama pertandingan masih berlangsung, ketika bola keluar lapangan. 5. Pergantian dianggap sah apabila proses pergantian pemain dilakukan pada daerah pergantiannya sendiri. Tetapi dilakukan setelah pemain yang digantikan keluar dari lapangan permainan 6. Pergantian pemain sangat bergantung pada kewenangan wasit, apakah dipanggil wasit atau tidak. 7. Proses pergantian batal apabila pemain yang akan digantikan mendapatkan kartu merah sebelum pemain keluar dari lapangan permainan. 8. Metode pergantian melayang yaitu semua pemain kecuali penjaga gawang memasuki dan meninggalkan lapangan permainan. 9. Penjaga gawang boleh bertukar posisi dengan pemain yang lainnya. Perlengkapan Pemain Futsal
1. Pemain tidak boleh menggunakan peralatan apapun yang dapat melukai dirinya sendiri atau pemain lain. 2. Pemain memakai seragam atau kostum,(celana pendek, kaos seragam, kaos kaki, sepatu dan pengaman kaki). 3. Seragam pemain diberi nomor 1-15 di bagian belakang seragam pemain. Dan warna angka dengan warna seragam harus berbeda. 4. Penjaga gawang diperkenankan memakai celana panjang, di bagian luarnya harus ditutup dengan kaos kaki. 5. Seragam penjaga gawang harus berbeda dengan seragam pemain yang lainnya. 6. Apabila pemain melakukan kesalahan maka wasit akan menegur dan memerintahkan untuk membenahi perlengkapannya. Periode pertandingan 1. Lama pertandingan Futsal adalah selama 2 kali 20 menit. Apabila hasil masih imbang maka ditambah dengan perpanjangan waktu selama 2 kali 5 menit. 2. Pelatih diberikan wewenang untuk meminta waktu time-out kepada pencatat waktu, selama 1 menit disetiap babak. 3. Time-out dapat diminta setiap saat, tetapi pada saat tim tersebut tengah menguasai bola. 4. Pencatat waktu dapat memberikan izin time-out ketika bola keluar dari lapangan permainan, dengan menggunakan peluit. 5. Ketika time-out diberikan, semua pemain harus tetap berada di dalam lapangan permainan. 6. Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua hanya mendapat 1 kali time-out . 7. Jarak waktu istirahat antar babak adalah 10 menit atau tidak boleh lebih dari 15 menit. Tendangan Permulaan (Kick Off)
1. Seluruh pemain berada dalam wilayahnya sendiri, dan para pemain tidak boleh berada dalam lingkaran tengah. Atau sekurang-kurangnya pemain harus berada 3 meter dari bola. 2. Bola ditempatkan dititik tengah lapangan, dan wasit memberi isyarat untuk memulai kick off. 3. Penendang kick off tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum bola disentuh oleh pemain lain. 4. Pada saat bola telah ditendang oleh salah satu pemain maka pertandingan telah sah dimulai. 5. Setelah salah satu tim berhasil mencetak gol maka permainan dimulai dengan tendangan permulaan( kick off ). Tendangan bebas
Tendangan bebas dalam Olahraga Futsal dibagi menjadi dua. Yaitu: tendangan bebas langsung dan tidak langsung. Untuk tendangan bebas pemain tidak boleh menyentuh bola kedua kalinya sebelum di sentuh oleh pemain yang lain. 1. Tendangan bebas langsung Metode tendangan yang disertai persiapan dalam Olahraga Sepak Bola dan Futsal disebabkan suatu pelanggaran. Apabila bola yang ditendang langsung mengarah kearah gawang lawan dan berbuah gol tanpa sentuhan dari pemain lain. Maka gol tersebut dinyatakan sah oleh wasit yang memimpin pertandingan. Tendangan bebas langsung diberikan kepada pihak lawan, apabila pemain melalukan kesalahan-kesalahan dibawah ini. Dengan pengamatan dari wasit yang memimpin pertandingan, dianggap tindakan kasar atau usaha untuk melukai lawan atau . 1. Menendang atau mencoba untuk menendang lawan. 2. Menjagal atau mencoba untuk menjagal lawan. 3. Menerjang lawan. 4. Mendorong lawan hingga jatuh, meskipun dengan bahunya. 5. Memukul atau mencoba memukul lawan. 6. Meludah pada tubuh atau menghina lawan. 7. Melakukan sliding tackle untuk merebut bola saat dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang di daerah pinaltinya sendiri dengan syarat berhati-hati. 8. Memegang bola dengan sengaja, kecuali penjaga gawang di daerah pinalti. 9. Apabila pemain melakukan pelanggaran di kotak pinalti, maka wasit akan memberikan tendangan pinalti pada lawan. 10. Hand ball atau bola mengenai tangan. 2. Tendangan bebas tidak langsung Adalah metode tendangan yang bebas dilakukan oleh pemain yang disebabkan oleh pelanggaran tertentu. Metode ini tidak bisa digunakan untuk mencetak gol secara langsung. Akan tetapi bola harus menyentuh pemain untuk kedua kalinya entah rekan ataupun lawan. Tendangan bebas tidak langsung akan diberikan kepada lawan apabila seorang pemain melakukan pelanggaran-pelanggaran dibawah ini. 1. setelah melemparkan bola, dia kembali menerima bola (dengan kaki /tangan)sebelum bola melewati daerahnya. atau belum disentuh atau dikuasai oleh lawan. 2. memegang bola dengan tangannya setelah menerima bola dari tendangan kedalan rekannya. 3. memegang bola dengan tangannya dengan sengaja setelah mendapatkan bola dari rekannya. 4. menguasai bola dengan tangan maupun kaki lebih dari empat detik. 5. bermain dengan cara membahayakan. 6. sengaja menghalangi pergerakan lawan saat tidak menguasai bola. 3. Posisi pemain saat tendangan bebas - Setiap pemain lawan harus berada minimal 5 meter dari bola atau dari tempat tendangan bebas. - Bola kembali dalam permainan setelah bola ditendang atau disentuh oleh seorang pemain. - Apabila tendangan bebas terjadi di dalam area pinalti maka seluruh pemain lawan harus berada di luar area pinalti. Tendangan Pinalti
1. Bola diletakkan di titik yang telah ditentukan. 2. Penjaga gawang berada di belakang garis gawang sampai wasit meniup peluit atau saat wasit memberikan isyarat. 3. Penjaga gawang menghadap kearah penendang dan berada diantara tiang gawang hingga bola ditendang. 4. Para pemain harus tetap berada di dalam lapangan permainan. 5. Semua pemain harus berada di luar area pinalti kecuali penendang dan penjaga gawang. 6. Minimal pemain berjarak 5 meter dari titik pinalti. Tendangan ke dalam Tendangan ke dalam adalah cara untuk memulai kembali permainan setelah bola keluar dari garis samping. Pemain terlebih dahulu mengoper bola kepada rekannya. Apabila pemain langsung menendang kearah gawang dan berbuah gol maka gol tersebut tidak akan dianggap. Aturan tendangan ke dalam
1. Harus diletakkan pada garis samping lapangan. 2. Ditendang ke dalam lapangan atau kearah manapun. 3. Pemain yang mengambil tendangan kakinya tidak boleh menyentuh garis atau pemain harus berada di luar lapangan. 4. Lawan boleh menghalangi tendangan terrsebut, dengan jarak minimum 5 meter dari bola. 5. Pemain yang mengambil tendangan ini hanya mempunyai waktu 4 detik dari pertama menempatkan bola. Apabila melanggar maka tendangan ke dalam akan diberikan kepada pihak lawan. 6. Bola berada dalam lapangan permainan setelah ditendang atau disentuh oleh pemain. Pelanggaran yang diperingatkan 1. Bersalah karena melakukan tindakan yang kurang sportif. 2. Melakukan tindakan yang kurang baik atau mengucapkan kata-kata yang tidak baik 3. Berusaha melanggar peraturan yang telah ditetapkan. 4. Mencoba memperlambat atau mengulur-ulur waktu saat pertandingan berjalan. 5. Masuk kedalam lapangan permainan dengan seenaknya tanpa mendapatkan izin dari wasit yang memimpin. 6. Sengaja meninggalkan lapangan permainan tanpa ada intruksi dari wasit maupun pelatih. Pelanggaran yang menyebabkan pemain dikeluarkan
1. Bermain dengan ngawur atau mencoba melukai lawan. 2. Meludah atau melecehkan pemain lawan atau wasit. 3. Menghalangi lawan mencetak gol dengan cara yang tidak diperbolehkan. 4. Mendapatkan kartu kuning sebanyak 2 kali dalam satu pertandingan. 5. Berkata-kata dengan tujuan untuk menghina pemain lawan atau wasit. 6. Melakukan selebrasi yang tidak semestinya dilakukan. sumber gambar: 1. https://i1.wp.com/karyapemuda.com/wp-content/uploads/2017/09/futsal-765721__340.jpg?zoom=2.5600000000000005&fit=510%2C340&ssl=1 2.https://i1.wp.com/karyapemuda.com/wp-content/uploads/2017/09/futsal-765721__340.jpg?zoom=2.5600000000000005&resize=800%2C533&ssl=1 3.https://i1.wp.com/karyapemuda.com/wp-content/uploads/2017/09/foto-gawang-futsal.jpg?zoom=2.5600000000000005&resize=800%2C591&ssl=1 4.https://i0.wp.com/karyapemuda.com/wp-content/uploads/2017/09/MG_4271.jpg?zoom=2.5600000000000005&resize=800%2C533&ssl=1 5.https://i2.wp.com/karyapemuda.com/wp-content/uploads/2017/09/76720160621123307739_o.jpg?zoom=2.5600000000000005&resize=801%2C534&ssl=1 6.https://i2.wp.com/karyapemuda.com/wp-content/uploads/2017/09/256371_791580cc-c3d4-11e4-bda7-c0b34908a8c2.jpg?zoom=2.5600000000000005&resize=799%2C599&ssl=1 7.https://i2.wp.com/karyapemuda.com/wp-content/uploads/2017/09/futsal-kick-off.jpg?zoom=2.5600000000000005&resize=801%2C535&ssl=1 8.https://i1.wp.com/karyapemuda.com/wp-content/uploads/2017/09/161016_620.jpg?zoom=2.5600000000000005&resize=802%2C459&ssl=1 9.https://i2.wp.com/karyapemuda.com/wp-content/uploads/2017/09/maxresdefault-2.jpg?zoom=2.5600000000000005&resize=809%2C455&ssl=1 10. https://i0.wp.com/karyapemuda.com/wp-content/uploads/2017/09/peraturan-tendangan-ke-dalam-futsal.jpg?zoom=2.5600000000000005&resize=802%2C546&ssl=1 11. https://i1.wp.com/karyapemuda.com/wp-content/uploads/2017/09/Kartu-merah.jpg?zoom=2.5600000000000005&resize=798%2C479&ssl=1 sumber artikel: https://karyapemuda.com/pengertian-futsal/

Kamis, 15 Maret 2018

BOLA VOLI

Permainan Bola Voli Permainan bola voli adalah salah satu olahraga dunia yang diminati banyak orang. Di Indonesia sendiri, penggemar bola voli mulai banyak bermunculan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertandingan resmi bola voli yang di adakan, dan munculnya komunitas-komunitas penggemar bola voli di tanah air. Artikel berikut ini akan membahas pengertian permainan bola voli secara lengkap dari segi sejarah, peraturan, dan teknik bermain bola voli. Pengertian Permainan Bola Voli
set Bola voli adalah olahraga permainan yang terdiri dari dua grup. Masing-masing grup saling berlawanan dan memiliki anggota tim sebanyak enam orang. Selain dapat dimainkan secara beregu, terdapat juga variasi permainan bola voli yang dapat dimainkan secara berpasangan ataupun satu lawan satu. Tujuan permainan bola voli ialah melempar bola dari atas net agar dapat jatuh ke arena bermain lawan dan mencegah lawan melakukan penyerangan serupa terhadap tim. Olahraga voli tingkat dunia dinaungi oleh FIVB (Federation Internationale de Volleyball ), sedangkan di Indonesia dinaungi oleh organisasi PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia). Olahraga bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang membutuhkan kelincahan pemain serta kerjasama tim yang baik. Setiap pemain akan bergerak melakukan serangan (smash ) dan bertahan menghadapi gempuran lawan. Kesigapan dan kelincahan pemain sangat dibutuhkan agar dapat membentuk tim bola voli yang tangguh. Sejarah Permainan Bola Voli
- Asal Mula Olahraga Bola Voli Pencipta permainan bola voli adalah William G. Morgan. Beliau merupakan seorang guru pendidikan jasmani di Young Men Christian Association (YMCA), di kota Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat. Pada awal perkembangannya, Morgan menciptakan permainan bola voli dengan memukul-mukul bola ke atas melewati jaring-jaring yang membagi lapangan menjadi dua bagian. Selanjutnya, permainan tersebut terus-menerus mengalami perkembangan menuju arah yang lebih modern. Perkembangan tersebut dimulai dari alat yang digunakan dalam permainan, contohnya bola dan jaring. Morgan pun mulai memesan bola khusus untuk permainan voli kepada perusahaan yang memproduksi alat-alat olahraga. Bola itulah yang selanjutnya dikenal sebagai bola voli. - Berkembangnya Olahraga Permainan Bola Voli Di Dunia Awalnya, Morgan menamai permainan tersebut dengan sebutan ‘ minnonete’ . Rekan Morgan, Dr. Halsted Springfield menyarankan agar Morgan mengganti nama ‘ minnonete’ menjadi ‘ volleyball’ . Pamor permainan bola voli pun semakin menanjak setelah itu. Lembaga pendidikan YMCA, tempat Morgan bekerja, juga mulai mengadakan kompetisi bola voli. Kejuaraan bola voli nasional yang pertama pun berhasil digelar pada tahun 1922. Pada tahun 1929, organisasi nasional yang menaungi permainan bola voli pun didirikan dan diketuai oleh George J. Fisher. Permainan bola voli pun mulai dikenal di berbagai negara seperti Uni Soviet, Rumania, Jepang, dan Pakistan. Pada tahun 1961, organisasi bola voli di Pakistan menyelenggarakan kompetisi bola voli yang diberi nama Morgan Cup Tournament. Kompetisi tersebut dibuat sebagai bentuk penghargaan terhadap William Morgan sebagai pencipta permainan bola voli. Permainan bola voli mulai dikenal di Indonesia pada 1928. Bola voli dikenalkan kepada rakyat Indonesia melalui serdadu Hindia Belanda. Kemudian, pada 22 Januari 1955 lahirlah organisasi yang menaungi olahraga voli bernama Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Peraturan Permainan Bola Voli https:
Berikut ini adalah beberapa peraturan dasar dalam permainan bola voli yang ditetapkan oleh FIVB dan PBVSI: 1. Ukuran Lapangan Ukuran lapangan bola voli menurut FIVB adalah 9 meter x 18 meter dengan garis batas serang pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah. Garis tepi lapangan harus berukuran 5 cm. 2. Bola Voli Bola standar yang digunakan dalam permainan voli harus memenuhi kriteria berikut yaitu: Berbentuk bulat Terbuat dari kulit lunak atau bahan sintetis Bola memiliki diameter 65-67 cm dengan massa 260-280 gram Bola harus memiliki kombinasi warna 3. Jumlah Tim Permainan terdiri dari dua regu, yang masing-masing regunya beranggotakan enam orang pemain termasuk libero. Libero adalah pemain yang keluar-masuk namun tidak memiliki hak untuk melakukan smash terhadap bola hingga ke seberang net. 4. Pakaian Setiap pemain bola voli harus memakai atribut sebagai berikut: Baju, kaos, atau jersey dengan nomor punggung dan nomor dada Celana pendek yang pada bagian paha kanan terdapat nomor Kaos kaki dan sepatu karet 5. Penilaian Penilaian pada permainan bola voli ditentukan dibagi menjadi dua kriteria yaitu, kesalahan reli dan kemenangan dalam setiap set. Berikut adalah faktor-faktor yang digunakan untuk penilaian: Jika pelaku servis memenangkan reli, maka timnya mendapatkan satu poin dan harus melanjutkan servis Jika pelaku servis gagal melakukan reli, maka regu lawan mendapatkan satu poin dan berhak melakukan servis Suatu set, kecuali set V, dimenangkan oleh suatu regu yang mendapatkan angka 25 terlebih dahulu dengan minimal selisih dua angka Jika permainan seri (24-24), maka permainan dilanjutkan sampai poin menyentuh angka selisih dua Jika kedudukan kemenangan set 2-2, maka pada set penentuan (set V), dimainkan hingga poin mencapai angka 15 dengan selisih minimal dua angka Jika satu regu menolak untuk bermain setelah dipanggil, maka regu tersebut dinyatakan kalah 0-3 dan 0-25 untuk tiap set Teknik Permainan Bola Voli Berikut merupakan cara bermain bola voli serta teknik dasar permainan yang wajib dikuasai oleh setiap pemain: 1. Servis Atas Cara bermain bola voli dengan teknik servis atas adalah sebagai berikut: Berdiri sambil memegang bola menggunakan satu tangan. Tempatkan salah satu kaki yang berlawanan dengan tangan yang digunakan untuk memukul. Lambungkan bola voli ke atas melewati kepala, lalu pukul bola tersebut dengan cara mengayunkan tangan pemukul ke arah bola. Lakukan gerakan selanjutnya dengan melangkahkan kaki belakang ke depan lalu luruskan tangan pemukul mengikuti arah bola. 2. Mengumpan Bola Ada dua jenis teknik mengumpan bola berdasarkan arah datangnya bola: Mengumpan Bola Atas Cara mengumpan bola atas dapat dilakukan dengan berdiri rileks terlebih dahulu, lalu buka kedua kaki selebar bahu dengan posisi sejajar, dan arahkan pandangan pada bola. Tekuk kedua lutut, lalu tempatkan kedua tangan di depan muka. Tekuk pula kedua sikut, dan buka jari-jari dengan rileks. Dorong bola dengan kedua telapak tangan sambil meluruskan kedua tangan dan dibantu dengan meluruskan tungkai. Mengumpan Bola Bawah Berdiri rileks, lalu buka lebar-lebar kedua kaki dengan sejajar, dan arahkan pandangan pada bola. Tekuk kedua lutut dan tempatkan kedua tangan di depan badan. Kemudian, ayunkan kedua tangan dari bawah ke atas (ke arah bola) dibantu dengan meluruskan kedua tungkai. 3. Memukul Bola Keras (Smash) Lambungkan bola melewati kepala, condongkan badan sedikit ke belakang, lalu gerakkan badan ke depan dengan gerakan mengayunkan tangan pemukul dari belakang ke depan (ke arah bola). Selanjutnya, lakukan gerakan dengan melangkahkan kaki belakang ke depan lalu luruskan tangan pemukul mengikuti arah bola. Untuk mendapatkan pukulan yang lebih keras, lakukan gerakan melompat ke depan. 4. Teknik Membendung Bola (Blocking) Kondisikan tubuh dalam posisi berjongkok. Lompat dengan kondisi kedua tangan rapat dan lurus ke atas. Ketika kaki mendarat, segera menyingkir untuk memberikan kesempatan pada rekan satu regu untuk melakukan blocking. Terdapat dua macam teknik blocking yaitu blocking tunggal dan ganda. Blocking tunggal adalah teknik membendung bola yang dilakukan oleh satu pemain, sedangkan blocking ganda dilakukan oleh dua pemain atau lebih. sumber gambar: 1.https://www.sayanda.com/wp-content/uploads/2016/10/pengertian-permainan-bola-voli.jpg 2.https://www.sayanda.com/wp-content/uploads/2016/10/sejarah-permainan-bola-voli.jpg 3.https://www.sayanda.com/wp-content/uploads/2016/10/peraturan-permainan-bola-voli.jpg sumber artikel: https://www.sayanda.com/permainan-bola-voli/

Selasa, 13 Maret 2018

BOLA BASKET

LATAR BELAKANG Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut. Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Pada awalnya, setiap tim berjumlah sBasket n orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan dasar tersebut adalah sebagai berikut. 1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan. 2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju). 3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa. 4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola. 5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul pemain lawan dengan cara disengaja. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sangsi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang tim nya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan. 6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5. 7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan). 8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol. 9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasit yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. pemain yang melempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran. 10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5. 11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi. 12. Waktu pertandingan adalah 4 babak masing-masing 10 menit 13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang. Lapangan, Waktu, dan Jumlah Pemain Bola Basket * Lapangan Permainan Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengan menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah ini. * Permainan bola basket adalah persegi panjang dengan ukuran panjang lapangan yaitu 26 meter serta lebar lapangan yaitu 14 meter. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter. * Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire. *Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik. * Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm. Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40 meter. * Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter. * Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter. * Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan pemenang yaitu 3,60 meter. Peraturan Permainan Bola Basket Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut. • Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan. • Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju). • Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa. • Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola. • Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan. • Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5. • Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan). • Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol. • Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran. • Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5. • Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi. • Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit • Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang Teknik Dasar Permainan Bola Basket Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks. Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap boka di depan dada. Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yaitu melempar bola dari atas kepala (over head pass), melempar bola dari dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dari dada ke dada dengan cepat dalam permainan, serta melempar bola memantul ke tanah atau lantai (bounce pass). Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya yaitu dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring bola dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan. Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan. Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat. Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan. Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang. Teknik Pro Permainan Bola Basket • Fade Away Fade away adalah tehnik yang mendorong badan kebelakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. tehnik ini lumayan susah dilakukan buat pemain yang baru belajar basket. Bila keseimbangan badan tidak terjaga bisa-bisa terpelanting dan jatuh kebelakang. Pemain NBA yang sering memakai teknik ini adalah sang legenda basket seperti Michael Jordan dan Kobe Bryant. • Hook Shoot Hook adalah teknik yang sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang lebih tinggi dari pemain. Yaitu cara menembak dari samping dengan satu tangan. Jadi jarak antara orang yang menghadang dan pemain bias agak jauh. Belakangan tehnik ini sering dipakai oleh Rony Gunawan Satria Muda Britama waktu melawan Garuda Bandung di Final 2009, dan keakuratan mencapat 80%. • Jump Shoot Teknik yang butuh lompatan tinggi, dan akurasi tembakan yang bagus. • Crossover merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi dengan cara memantulkan bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain internasional sudah menggunakan teknik ini) atau belakang kaki (yang paling sering menggunakan teknik ini adalah Jamal Crawford - Atlanta Hawks) • Slamdunk Slamdunk adalah salah satu teknik yang paling populer. Sebenarnya cukup simpel, yaitu hanya memasukkan bola secara langsung ke ring dan menghempaskan tangan ring basket. Walaupun simpel, tapi untuk orang dengan tinggi 171 cm slam seperti ini hampir mustahil untuk dilakukan karenakarena lompatannya tidak cukup tinggi. sumber:http://juniorhighschool9hdr.blogspot.co.id/2011/03/ekstrakulikuler-di-sekolah-bola-basket.html?m=1

Senin, 12 Maret 2018

SEPAK BOLA

Pengertian, Teknik Dasar, dan Peraturan Permainan Sepak Bola


Pengertian Permainan Sepak Bola:
Sepak Bola berasal dari dua kata yaitu "Sepak": dan "Bola". Sepak atau meyepak dapat di artikan menendang (menggunakan kaki) sedangkan "bola" yaitu alat permainan yang berbentuk bulat berbahan karet, kulit atau sejenisnya. Dalam permainan sepak bola, sebuah bola disepak/tendang oleh para pemain kian kemari. Jadi secara singkat pengertian Sepak bola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan cara menendang bola kian kemari yang dilakukan oleh pemaian, dengan sasaran gawang dan bertujuan memasukan bola ke gawang lawan.  Setelah kita tahu pengertian sepak bola mari kita lanjutkan dengan Teknik Dasar permainan Sepak bola. Teknik Dasar Permainan sepak bola dapat diartikan gerak dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain sepak  bola. Jika seseorang ingin melakukan permainan sepak bola, ia harus tahu dan mampu melakukan teknik dasar atau gerak dasar permainan tersebut. Apa sajakah teknik dasar permainan sepak bola yang harus dikuasai?

 Teknik Dasar Permainan Sepak Bola:  Teknik menendang bola; Yaitu teknik menyentuh atau mendorong bola menggunakan kaki. Teknik ini merupakan faktor yang dominan dalam permainan sepak bola. Teknik menendang bola dapat di bagi menjadi beberapa bagian:

1) Teknik menendang bola menggunakan kaki bagian dalam.
2) Teknik menendang bola menggunakan kaki bagian luar.
3) Teknik menendang bola menggunakan kaki bagian punggung

Pelaksanaan teknik menendang bola menggunakan kaki bagian dalam adalah sebagai berikut:

Berdiri dengan sikap melangkah, satu kaki di depan dan kaki lainnya di belakang, kaki yang depan berada di samping bola dan sekaligus sebagai kaki tumpu.
Badan berdiri agak tegak, angkat kaki belakang sebagai kaki yang digunakan untuk menendang bola dengan posis pergelangan kaki diputar ke arah luar.
Selanjutnya tendang bola dengan sentuhan kaki bagian dalam, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:


Pelaksanaan teknik menendang bola menggunakan kaki bagian luar adalah sebagai berikut:
Berdiri dengan sikap melangkah, satu kaki di depan dan kaki lainnya di belakang, kaki yang depan berada di samping bola dan sekaligus sebagai kaki tumpu.
Badan berdiri agak tegak, angkat kaki belakang sebagai kaki yang digunakan untuk menendang bola dengan posisi pergelangan kaki diputar ke arah dalam.
Selanjutnya tentang bola dengan sentuhan kaki bagian luar, untuk lebih jelas perhatikan gambar berikut:


Pelaksanaan teknik menendang bola menggunakan kaki bagian punggung adalah sebagai berikut:
Sikap badan dibelakang bola dan agak condong ke depan, salah satu kaki didepan sebagai kaki tumpu dan menghadap ke sasaran dengan lutut sedikit ditekuk.
Kaki tendang berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap bola, lalu ayunka ke depan sehingga mengenai bola tepat pada punggung kaki, sedangkan perkenaan terhadap bola berada ditengah-tengah.
Selanjutnya gerakan kaki mengikuti arah lepasnya bola, untuk lebih jelas perhatikan gambar berikut:

Teknik Menghentikan Bola
Yaitu sikap dan gerakan untuk menahan atau menghentikan bola yang datang ke arah kita. Teknik menghentikan bola ada beberapa macam yaitu:

1) Teknik menghentikan bola menggunakan kaki bagian dalam.
2) Teknik menghentikan bola menggunakan kaki bagian luar.
3) Teknik menghentikan bola menggunakan kaki bagian punggung
4) Teknik menghentikan bola menggunakan kaki bagian telapak/sol sepatu
5) Teknik menghentikan bola menggunakan kaki bagian paha
6) Teknik menghentikan bola menggunakan dada dan perut.
7) Teknik menghentikan bola menggunakan kepala.

Pelaksanaan Teknik menghentikan bola menggunakan kaki pada dasarnya hampir sama dengan teknik menendang bola, perbedaannya pada teknik menghentikan/menahan bola dengan kaki, bola kita songsong/stop/tahan, sedang pada teknik menendang bola kita dorong/tendang. Untuk lebih jelas perhatikan gambar teknik menghentikan bola menggunakan bermacam cara di bawah ini:



Teknik Menggiring Bola
Menggiring bola yaitu, mendorong bola atau menentang bola ke depan secara pelan dengan variasi ke samping sambil berlari sehingga bola bergulir di tanah dan tetap dalam penguasaan pemain.
Teknik menggiring bola dapat dilakukan dengan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan kaki bagian punggung baik menggunakan kaki kanan, kaki kiri, atau kaki kanan dan kiri secara bergantian.

Teknik Menyundul Bola
Menyundul bola adalah gerakan mendorong bola menggunakan kepala khususnya bagian dahi, gerakan ini dilakukan jika bola berada di udara atau melayang. Berikut ini contoh gambar pemaian sedang melakukan menyundul bola.

Peraturan Permainan Sepak Bola
Permainan sepak bola dimainkan oleh dua regu dengan tiap regu berjumlah 11 orang, terdiri dari 10 pemaian penyerang dan seorang penjaga gawang. Permainan ini dilakukan dalam 2X45 menit, dan dipimpin oleh seorang wasit dibantu 2 orang hakim garis. Tujuan Permainan Sepak Bola adalah memasukan bola ke gawang lawan. Regu atau tim yang terbanyak memasukan gol ke dalam gawang lawan maka dinyatakan sebagai pemenang.





Sumber: https://materipenjasorkes.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-teknik-dasar-dan-peraturan.html